Minum air putih yang cukup merupakan kebiasaan baik yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, banyak orang yang tidak menyadar bahwa dirinya sering mengalami dehidrasi terutama pada anak-anak.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Indonesian hydration Working Group (IHWG) dari Universitas Indonesia memaparkan akibat yang akan timbul jika anak kekurangan asupan air putih.

Kurang minum atau dehidrasi dapat menyebabakn darah menjadi kental. Hal tersebut juga dapat memicu terjadinya kenaikan tekanna darah. Tidak hanya itu, kebiasaan minum anak-anak juga mengalami pergesaran. Dimana, sekarang anak-anak lebih menyukai minuman yang mengandung gula dan didalam kemasan.

 

Anak Berisiko Terkena Penyakit Kronis Jika Kurang Minum

 

Menurut dr. Shanty Olivia F. Jasirwan, SpOG, salah seorang tim peneliti, kebiasaan tidak senang minum air putih dapat mengakibatkan anak menjadi terbiasa mengonsumsi gula. Padahal, WHO telah memberikan batasan asupan kalori, khususnya gula yang diperoleh dari minuman dan makanan. Dari asupan makanan dan minuman setiap harinya, hanya 10% yang boleh mengandung gula.

Asupan kalori yang tinggi tersebut membuat anak menjadi rentan mengalami kegemukan. Kegemukan itulah yang nantinya dapat meningkatakn risiko terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, dan hipertensi. Dampak tersebut mungkin baru akan dirasakan dalam jangka panjang. Namun, bunda perlu mewaspadai sebab kondisi saat ini sangat berpengaruh pada kesehatan dikemudian hari.

Anak-anak juga membutuhkan asupan air putih yang lebih banyak dibandingan dengan orang dewasa. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan fisiologis seperti komposisi metabolisme dan derajat kematangan sistem pengaturan air dan elektrolit. Metabolisme air juga sangat berbeda. Anak, khususnya bayi memiliki kecepatan metabolisme yang tinggi, sheingga anak dan bayi rentan memiliki kekurangan cairan. Anak-anak yang lebih aktif turut memengaruhi tingginya kebutuhan air.

Tidak hanya berpengaruh pada kesehatan di masa depan, anak yang kurangminum juga berakibat sulit konsentrasi di sekolah. Air sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk melancarkan peredaran darah khusunya ke otak. Kemampuan anak belajar juga menurun ketika tidak minum air putih yang cukup. Selain itu, minuman kemasan yang mengandung soda juga mengandung asam karbonat yang dapat menipiskan lapisan email gigi dan memicu kerusakan gigi.

Risiko penyakit kronis pada anak yang kurang minum memang sangat besar. Maka dari itu, bunda harus memastikan anak minum air putih secara cukup setiap harinya. Kementrian kesehatan telah merekomendasikan seluruh masyarakat Indonesia untuk minum air putih minimal 8 gelas perhati. perhatikan juga gehala-gejala dehidrasi pada anak seperti kulit kering serta urinyang berwarna kuning pekat.