Awas! Faktor Unik Ini Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung,- Siapapun memiliki potensi terserang penyakit jantung, terutama jika tidak menjaga keshatannya dengan baik. Hal-hal tersebut meliputi pola hidup sehari-hari hingga asupan makanan dan minuman.

Untuk mencegah timbulnya penyakit jantung, Anda harus menghindari beberapa kebiasaan buruk, seperti merokok, minum alkohol, hingga begadang.

Selain gaya hidup, ternyata ada faktor lain yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit jantung. Bahkan, daftarnya pun tergolong unik dan tak disangka-sangka. Berikut ini faktor unik yang bisa tingkatkan risiko penyakit jantung yang perlu diketahui dan diwaspadai, yaitu :

Depresi

Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan di American Scientific of Cardiology’s 66th Annual Scientific Session pada tahun 2017, depresi tidak hanya dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, tetapi juga menggandakan risiko kematian.

Tidak jelas kaitannya apa, namun orang yang depresi serung memiliki kortisol lebih tinggi, yakni hormon stres yang terkait dengan penyakit jantung. Kondisi depresi ternyata bisa membuat seseorang malas berolahraga dan minum obat, termasuk malas untuk memeriksakan diri ke dokter.

Jadi, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang optimal jika Anda merasakan kesedihan yang tidak dapat dihilangkan, sehingga menjurus pada depresi.

Kesepian

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Heart, rasa kesepian dan terisolasi secara sosial mampu meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 30%. Kenaikan tersebut, konon sama seperti akibat dari konsumsi rokok.

Walaupun demikian, kesepian dapat diatasi dengan berbagai cara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Harvard, memiliki hewan peliharaan terbukti tidak hanya dapat mengurangi kesepian, tetapi juga bisa meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, mengurangi kecanduan media sosial dan bergaul di dunia nyata juga bisa menjadi upaya yang tepat untuk meredam kesepian.

Sakit hati

Tekanan emosional dapat menyebabkan masalah jantung yang sebenarnya. Sakit hati, sejatinya bukan sesuatu yang main-main. Peristiwa ini terjadi karena banyak hal, seperti putus cinta, kehilangan orang yang dicintai, kesulitan keuangan, sampai masalah rumah tangga seperti perceraian.

Kuncinya, Anda tidak perlu menghindari rasa sakit hati. Lakukan sejumlah cara yang tepat untuk mengatasinya, seperti olahraga, meditasi, yoga, tai chi, dan aktivitas sejenis lainnya.

Baca juga :

Menstruasi di bawah usia 12 tahun

Semakin awal Anda mulai pubertas, maka semakin tinggi pula risiko penyakit jantung di kemudian hari. Hal ini disampaikan oleh Adam Splaver, MD, seorang ahli jantung di Nanohealth Associates di Hollywood, florida, Amerika Serikat.

Faktanya, penelitian baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengalami menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun, memiliki risiko 10% lebih tinggi terkena penyakit jantung daripada mereka yang puber diatas usia 13 tahun. Penelitian lain menunjukkan hasil yang sama, dan menjelaskan bahwa peningkatan kadar estrogen dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah dan stroke sepanjang hidup.

Mengonsumsi pil diet

Kebanyakan pil diet tidak berfungsi. Namun, yang lebih buruk lagi, mereka bisa membunuh pelan-pelan. Hal ini disampaikan oleh Amber Khanna, MD, seorang ahli jantung di UCHealth University of Colorado Hospital, Amerika Serikat.

Menurutnya, setiap pil dengan efek stimulan, termasuk pil diet, dapat menyakiti jantung. Mereka meningkatkan tekanan daran dan detak jantung, sehingga menempatkan tekanan pada jantung. Mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen.