Awas! Makan Larut Malam Ternyata Ganggu Kesehatan Jantung,- obatjantungbocoranak.com – Siapa pun pasti membutuhkan yang namanya makan. Karena ini sangat penting untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan makan, kita juga bisa mendapatkan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Maka dari itu, hal ini sangat penting.

Biasanya kita akan makan 3 kali dalam sehari, yaitu pada pagi, siang, dan malam hari. Namun, meskipun sudah makan malam, tidak sedikit orang yang merasa lapar kembali saat larut malam. Hal ini tentu bisa membuat kita makan larut malam.

Memang tidak ada yang aneh dengan makan larut malam. Namun, apakah Anda tahu bahwa makan larut malam bisa memengaruhi kesehatan jantung?

Makan Larut Malam Ganggu Kesehatan Jantung

Menurut studi terbaru yang dipresentasikan di pertemuan tahunan Asosiasi Jantung Amerika yang berlangsung di Chicago pada hari Sabtu (10/11/2018) lalu, menunjukkan bahwa makan larut malam mungkin memiliki dampak buruk pada kesehatan jantung.

Seorang penulis utama dan postdoctoral kardiologi di Columbia University College of Physicians and Surgeons, Nour Makarem, menyebutkan bahwa sebagian besar masyarakat Amerika Serikat memiliki kebiasaan begadang.

Seseorang cenderung mengonsumsi makanna berat hingga larut malam saat begadang. Selain itu, jam tidur juga tidak tercukupi. Hal inilah yang diduga kuat bisa memainkan peran dalam memicu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diabetes.

Untuk membuktikan hal tesebut, para peneliti menggunakan database Studi Kesehatan Masyarakat Amerika Hispanik dan Amerika Latin. Kemudian mereka mengamati sekitar 12.700 data responden yang berusia 18 sampai 76 tahun.

Tim Makarem melihat catatan dimana peserta melaporkan kebiasaan makan mereka dan membandingkannya dengan informasi tekanan darah dan gula darah. Ternyata, lebih dari separuh peserta yang didata mengonsumsi 30% atau lebih kalori harian setelah jam 18.00 petang. Jika dibandingkan dengan peserta yang makan kurang dari 30% kalori harian setelah jam 18.00 petang, mereka memiliki kondisi kesehatan yang lebih buruk.

Tim ahli menemukan, mereka memiliki kadar gula darah puasa yang tinggi , tingkat insulin yang tinggi, tingkat HOMA-IR yang tinggi, dan tekanan darah lebih tinggi.

Menurut Mayo clinic, tingkat gula darah puasa yang tinggi bisa menjadi tanda pradiabetes, yaitu kondisi dimana kadar gula darah seseorang tinggi tapi tidak cukup tinggi dianggap sebagai diabetes. Sekitar 70% orang yang mengalami pradiabetes bisa mengembangkan diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dikelompok ini, 23% peserta juga lebih mungkin mengembangkan hipertensi dibandingkan dengan mereka yang berhenti makan sebelum jam 18.00 petang. Makarem menambahkan, umumnya hubungan ini terlihat pada wanita.

Studi ini memang hanya menemukan hubngan antara waktu makan dan risiko kesehatan, bukan membuktikan kaitan sebab-akibat. Namun, Makarem menduga jika hubungan antara keduanya mungkin disebabkan oleh adanya masalah yang timbul ketika jam tubuh tidak sinkron dengan lingkungan.

Makarem menjelaskan, hampir setiap sep dalam tubuh dapat memberi tahu waktu, mengikuti siklus 24 jam. Sebagian kecil dari otak yang disebut nukleus suprachiasmatic berfungsi sebagai jam utama tubuh, menerima isyarat cahaya eksternal (idealnya dari matahari) dan menetapkan sisa jam di sel-sel tubuh yang sesuai, memberitahu orang-orang kapan harus bangun, tidur, dan makan. Jam-jam ini diatur oleh paparan cahaya terang, tetapi juga oleh perilaku, terutama sinyal makanan.

Jadi, ketika kita makan pada tengah malam, jam tubuh dan jam master menjadi tidak selaras sehingga menyebabkan timbulnya masalah dalam metabolisme dan meningkatkan risiko untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan jantung.

Makan lebih banyak di malam hari kemungkinan justru bisa berdampak negatif secara metabolik dan berisiko memicu timbulnya beragam jenis penyakit. Semoga bermanfaat.