Benarkah Minum Segelas Milkshake Bisa Picu Penyakit Jantung?,- Kasus kematian akibat penyakit jantung saat ini cukup banyak terjadi. Bahkan, baru-baru ini, salah satu idol K-Pop, Minwoo 100% ditemukan meninggal dunia karena serangan jantung pada Senin (26/3/18) waktu setempat.

Penyakit jantung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya makanan dan minuman yang dikonsumsi. Penelitian di Luar negeri menunjukkan bahwa hanya dengan mengonsumsi segelas milkshake saja Anda bisa berisiko besar mengalami penyakit jantung.

Minuman susu kocok ini memang memiliki rasa yang nikmat dan juga sangat mudah ditemui. Namun, siapa sangka, ternyata dibalik semua itu minuman ini memiliki bahaya tersendiri bagi jantung.

Sekelompok peneliti dari Medical College of Georgia, memberi peringatan bagi para pecinta milkshake melalui penelitian yang dipublish dalam Laboratory Investigation Journal. Para peneliti menemukan, hanya dengan segelas milkshake, sel darah merah bisa terbagi menjadi kepingan runcing yang sangat berbahaya bagi pembuluh darah.

Peneliti menyebutkan hanya dalam waktu 4 jam setelah meminum milkshake yang terbuat dari susu, es krim kocok, pembuluh darah pun menjadi kaku dan sistem imun merespons seolah tubuh mengalami infeksi. Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya penyakit jantung.

Ahli Jantung dan Direktur Asosiasi Medical College of Georgia’s Vascular Biologi Center, Dr. Neal Weintraub berharap semoga penelitian ini menjadi bentuk layanan publik, sehingga masyarakat bisa berpikir dua kali untuk mengonsumsi milkshake tinggi lemak.

Para peneliti juga mengakui mengonsumsi makanan dan minuman tinggi lema bisa mengakumulasi yang dapt membuat seseorang mengalami serangan jantung. Hal senada juga diungkapkan oleh Ahli Biologi Vaskular dari Medical College of Geeorgia, Dr. Julia Brittan.

“Pesannya yaitu tubuh tidak akan mengalaminya jika Anda tidak mengonsumsinya lagi, lagi, dan lagi,” ujar Brittain, menegaskan soal bahaya milkshake yang dapat memicu penyakit jantung.

Brittan juga menegaskan, selama milkshake tidak dikonsumsi secara terus-menerus (termasuk makanan tinggi lemak lainnya), maka serangan jantung bisa dihindari.

Walaupun temuan ini cukup menjanjikan, namun para peneliti menyebutkan beberapa penelitian lanjutan masih diperlukan. Salah satunya yaitu kajian lanjutan untuk mengetahui pengaruh eritrosit yang meruncing dan bahayanya terhadap kesehatan vaskular manusia.

Sebenarnya, hal tersebut telah terjawab dari penelitian terdahulu, yaitu pada tikus. Pada tikus yang digelontor makanan tinggi lemak, sel darah merahnya tidak bisa kembali pada bentu semula. Hal ini menyebabkan respons imun pun berubah hingga memicu penyakit kardiovaskular.

Maka dari itu, peneliti lantas merekomendasikan pembatasan asupan lemak agar kita tidak rentan terkena serangan jantung. Menurut The American Heart Association, konsumsi lemak yang dianjurkan dalam sehari yaitu 20%-30% dari total kalori harian.

Penyakit jantung menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti. Hal ini disebabkan karena penyakit tersebut sering menjadi penyebab kematian. Selain dengan membatasi konsumsi lemak, Anda juga bisa mencegah penyakit jantung dengan cara mengonsumsi kunyit, salah satu rempah-rempah yang banyak ditemukan dalam masakan India. Selain itu, penghilang rasa sakit juga bisa memicu terjadinya kelainan jantung. Maka dari itu, hindari penggunaan obat tersebut.

 

Baca juga :

Kebaikan Konsumsi Kentang Rebus untuk Kesehatan Jantung
Detak Jantung saat Istirahat Prediksi Risiko Kematian Dini
Obat Penyakit Jantung Iskemik