Cara Mencegah Gagal Jantung Kongestif Secara Efektif,- Penyakit jantung merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup ditakuti oleh masyarakat dan merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Ada banyak jenis penyakit jantung yang bisa menyerang, salah satunya yaitu gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif merupakan kondisi di mana jantung tidak memompa darah yang cukup ke organ tubuh dan jaringan lain. Ketika salah satu atau dua bagian jantung tdak memompa darah keluar, maka darah akan menumpuk dalam jantung atau menyumbat di organ atau jaringan, sehingga menyebabkan darah menumpuk di sistem peredaran darah.

Jika jantung sebelah kiri gagal, maka sistem jantung sebelah kanan akan sesak akibat darah yang menumpuk. Di dalam, jantung tersumbat dari kontraksi berlebih yang mendorong darah dan dapat menyebabkan gagal jantung. Namun, jika bagian kanan jantung gagal, maka jantung kiri terganggu dan juga bisa menyebabkan gagal jantung.

 

Umumnya gagal jantung kongestif disebabkan oleh penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang berusia 65 tahun atau lebih, orang dengankelebihan berat badan, orang dengan riwayat serangan jantung. Pria diketahui lebih rentan mengalami gagal jantung kongestif dibandingkan dengan wanita.

Tanda dan gejala gagal jantung kongestif dapat bervariasi pada setiap penderita. Dapat terjadi secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Gejalanya yang khas meliputi sesak napas ketika beraktivitas atau beristirahat (dan bisa memburuk ketika berbaring), kelelahan, dan pembengkakan kaki.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tesebut, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter mungkin akan merujuk Anda ke ahli spesialis jantung. Ada beberapa tes yang direkomendasikan untuk gagal jantung kongestif, diantaranya adalah elektrokardiogram, ekokardiogram, MRI, tes darah, dan kateterisasi jantung.

Gagal jantung kongestif dapat semakin buruk seiring berjalannya waktu, terutama jika tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini juga biasanya tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya masih bisa dikontrol dengan pola hidup sehat.

Cara Mencegah Gagal Jantung Kongestif Secara Efektif

Selain gejalanya bisa dikontrol, Anda juga bisa menurunkan risiko gagal jantung kongestif. Ada beberapa cara mencegah gagal jantung kongestif secara efektif yang bisa dilakukan, seperti diantaranya :

Perhatikan berat badan

Berat badan yang berlebihani bisa membebankan jantung. Terapkan pola diet seimbang dan olahraga scara teratur untuk menjaga agar berat badan tetap ideal. Jika Anda memiliki berat badan berlebih dan kesulitan untuk menurunkannya, maka berkonsultasilah dengan dokter atau ahli gizi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan.

Menjaga pola makan

Diet yang baik untuk kesehatan jantung adalah pola makan yang kaya sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Untuk susu atau produk susu, pilihlah yang rendah lemak atau bebas lemak. Anda juga tidak boleh melupakan asupan protein.

Makanan yang harus dihindari adalah garam (sodium), gula tambahan, lemak padat (mentega, margarin, dan sebagainya), dan biji-bijian olahan.

Olahraga

Bergeraklah aktif dengan rutin berolahraga. Berjalan kaki, bersepeda, dan berenang adalah pilihan olahraga yang baik. Jika Anda belum terbiasa berolahraga, maka mulailah dengan 15 menit sehari dan tingkatkan intensitasnya secara perlahan. Anda juga bisa mengikuti kelas-kelas olahraga atau mendaftar di gym, jika merasa kurang semanga berolahraga sendirian.

Hati-hati dengan penggunaan obat

Jika Anda diresepkan obat oleh dokter, maka gunakanlah sesuai instruksi. Jangan pernah meningkatkan atau mengurangi dosis tanpa pengawasan dokter.

Tidak merokok atau berhenti merokok

Jika termasuk perokok aktif dan belum bisa berhenti, sebaiknya bicarakan dengan dokter agar dapat ditangani dengan terapi. Selain perokok aktif, menjadi perokok pasif juga sama berbahayanya. Jika Anda satu rumah dengan seorang perokok, maka minyalah ia untuk merokok di luar ruangan.

 

Baca juga :

Cara Alami Mengatasi Kaki Bengkak Akibat Penyakit Jantung
Cara Membedakan gejala Hipertiroid dan Penyakit Jantung