Dari semua nutrisi, lemak merupakan kandungan yang sering dihubungkan degan penyakit jantung, beberapa jenis kanker, serta obesitas. Jadi, mengurangi makanan yang mengandung lemak, terutama lemak jenuh merupakan salah satu langkah yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan jantung.

Lemak jenuh merupakan jenis asam lemak yang biasa di temukan pada produk susu tinggi lemak, daging, mentega, dan beberapa jenis sumber makanan lainnya. Walaupun beberapa jenis asam lemak jenuh menyehatkan, namun mengonsumsu lemak jenis ini terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko penyakit kronis karena dapat membuat kadar kolesterol jahat naik.

 

Dampak Negatif Lemak Jenuh Pada Kesehatan Jantung

 

Seperti yang telah diketahui, kolesterol tinggi dapat mengakibatkan penumpukan plak yang lama kelamaan bisa menyumbat pembuluh darah. Kondisi tersebut bisa berdampak fatal, karena dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh dari makanna tidak lebih dari 7% dari total kalori harian. Jika asupan kalori yang kita butuhkan sekitar 2.000, ini berarti konsumsi lemak jenuh seharunya kurang daro 16 gram. Namun, jika Anda sudah memiliki kadar kolesterol tinggi, maka batasi lemak jenuh sekitar 5%-6% atau 11-13 gram perhari.

Kandungan kalori dalam lemak jenuh sangat tinggi. Jika setiap gram karbohidrat dan protein mengandung 4 kalori, maka lemak (termasuk lemak jenuh) mengandung 9 kalori setiap gramnya.

Maka dari itu, mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kalori ekstra dalam tubuh. Mengonsumsi kelebihan 250 klaori setiap harinya bisa membuat berat badan naik 0.5 kilogram dalam seminggu.

Maka dari itu, mulai dari sekarang kita harus pintar dalam memilih sumber makanan yang akan dikonsumsi agar memiliki kandungan nutrisi yang lengkap juga seimbang.

Baca Juga : Obat Jantung Bocor Anak