Diet merupakan salah satu metode yang banyak dipilih untuk menurunkan berat badan. Salah satu jenis diet yang bisa dilakukan yaitu diet yoyo, dimana seseorang akan menurunkan berat badannya sesingkat mungkin kemudian mereka akan menjalani pola hidup seenaknya kembali tanpa mengontrol makanan yang dikonsumsi. Ketika berat badan naik kembali, maka mereka akan kembali berusaha menurunkan berat badannya dengan waktu yang sesingkat mungkin dengan melakukan diet yang ketat.

diet-yo-yo-berdampak-tingkatkan-risiko-penyakit-jantung

Namun, perlu diketahui jika diet yoyo ini memiliki dampak bagi kesehatan. Sebuah penelitian menemukan bahwa penurunan dan kenaikan berat badan yang berulang-ulang dapat membuat wanita usia dewasa memiliki risiko tiga kali lipat mengalami kematian mendadak akibat serangan jantung dibandingkan dengan wanita yang berat badannya stabil. Selain itu, wanita yang melakukan diet yoyo juga memiliki risiko 66% lebih tinggi mengalami kematian karena penyakit jantung koroner.

Para peneliti tidak mengatakan jika diet yoyo menyebabkan kematian, namun hanya saja ada kaitan antara kedua hal tersebut, Namun, angkanya tidak lebih tinggi pada wanita yang bertambah atau turun berat badannya tanpa terjadi kenaikan lagi.

Peneliti utama Dr Somwali Rasla nebyebutkan bahwa perputaran dari berat badan tinggi ke rendah dan kembali lagi menjadi salah satu kekhawatiran bagi sejumlah ilmuwan kesehataan. Sementara itu, Dr Rasla, dokter residen penyakitdalam di Memorial Hospital of Rhode Island, Alpert Medical School, Brown University, mencatat penelitian observasional ini hanya menunjukkan keterkaitan hubungan kedua hal tersebut, tetapi tidak sebab dan akibatnya.

Dr Rasla menyimpulkan, naik-turunnya berat badan selama masa dewasa pada wanita pasca menopause dapat meningkatkan risiko kematian mendadak karena serangan jantung, begitu juga dengan kematian karena penyakit jantung koroner.

Menariknya, hubungan antara naik turunnya berat badan dengan masalah jantung ini hanya ditemukan pada wanita yang memiliki berat badan di kisaran normal, dan tidak ditemukan pada wanita yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Walaupun demikian, ia menyebutkan jika perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum rekomendasi  bisa dibuat mengenai perawatan klinis bagi wanita yang mengalami fluktuasi berat badan. Dan perlu dibuat catatan bahwa hasil penelitian ini hanya dapat diaplikasikan pada wanita pasca menopause dan bukan pada wanita usia muda atau pria.

Dr. Rasla juga menyarankan agar sebaginya wanita memiliki berat badan yang normal dan stabil untuk menjaga kesehatan jantung. Daripada melakukan diet yang sebarangan yang mengakibatkan efek yoyo yang bisa membahayakan jantung. Namun demikian, orang yang memiliki berat badan berlebih juga harus tetap menjalani diet sehat untuk mengurangi masalah kesehatan lain, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.