Penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner saat ini telah menjadi penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit jantung koroner merupakan suatu kondisi di mana pembuluh darah arteri koroner di jantung tersumbat akibat penumpukan plak.

Fungsi dari arteri koroner sendiri yaitu untuk menyuplai darah ke otot-otot jantung agar jantung bisa bekerja dengan baik. Plak yang disebabkan oleh penimbunan lemak bisa menyebabkan timbulnya gangguan suplai darah atau oksigen ke jantung dan memicu serangan jantung.

hal-yang-perlu-diketahui-terkait-pemasangan-ring-jantung

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan penyakit jantung koroner, diantaranya adalah usai lebih dari 40 tahun, merokok, riwayat penyakit hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Ring atau stent merupakan salah satu terapi yang bisa dilakukan untuk menghilangkan sumbatan dan menjaga agar pembuluh darah arteri koroner tetap terbuka. Ring ini merupakan tabung kecil yang terbuat dari jalinan logam dengan diameter 2-4 mm. Pemilihan ukuran ring ditentukan oleh dokter berdasarkan diameter pembuluh darah dan penyempitannya. Sedangkan prosedur pemasangannya biasanya berlangsung sekitar 30 menit sampai 2 jam, tergantung dari kondisi pasien.

Artikel Terkait : Obat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Berikut ini merupakan prosedur pemasangan ring jantung :

  • Dokter akan memberikan anestesi atau bius lokal di daerah yang akan dilakukan penusukan. Penusukan dilakukan pada pembuluh darah di pergelangan tangan, pangkal paha, atau leher. Selang kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang sudah ditenttukan sampai ke ujung jantung, dan dipandu oleh sinar-X.
  • Cairan kontras dimasukkan melalui kateter agar sumbatan dapat terlihat jelas. Pasien mungkin akan merasakan sensasi panas saat kontras disuntikkan.
  • Kemudian dimasukkan ring yang dibagian dalamnya terdapat balon yang masih kempis.
  • Setelah berada di dalam pembuluh darah yang dimaksud, balon dikembangkan sehingga ring juga ikut mengembang. Saat balon mengembang, pembuluh darah arteri menjadi tersumbat sehingga dapat menyebabkan nyeri dada. Hal ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
  • Setelah terpasang dengan baik, balon akan dikempiskan kembali dan dikeluarkan. Ring tetap terpasang dan menjaga arteri koroner tetap terbuka. Nyeri dada akan berkurang segera saat balon dikempiskan.
  • Setelah itu, selang kateter akan dikeluarkan. Pada daerah tusukan akan timbul rasa nyeri atau keluar sedikit darah, perawat akan melakukan balut tekan untuk mencegah pendarahan.
  • Setelah prosedur selesai, pasien diminta untuk berbaring dan beristirahat selama beberapa jam untuk observasi. Jika tidak ada masalah ataupun komplikasi, maka pasien diperbolehkan untuk pulang.

Prosedur ini terbilang aman dan terbukti efektif dalam mengobati penyakit jantung koroner. Pada beberapa orang, dapat terjadi penyempitan kembali (restenosis) di daerah yang sudah terpasang ring. Namun, saat ini telah ada drug-eluting stent (DES), yaitu ring yang bersalut obat. Dengan DES, risiko restenosis akan berkurang secara signifikan mencapai 0-5%.

Setelah di rumah, pasien sebaiknya beristirahat, tidak mengangkat beban berat, serta banyak minum untuk membuang kontras melalui urin. Tidak hanya itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi obat yang telah diresepkan dokter secara teratur.

Lalu, penting juga untuk mengontrol faktor risiko penyebab penyakit jantung koroner, seperti berhenti merokok, menjaga tekanan darah, memeriksakan kadar gula darah serta kolesterol darah secara rutin, serta berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan ideal.