Harus Tahu! Ini Cara Membedakan Masuk Angin dan Serangan Jantung,- Seperti yang diketahui, serangan jantung termasuk salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Maka dari itu, kita harus mengetahui banyak tentangnya, salah satunya yaitu mengenai gejalanya.

Ketidaktahuan akan gejala dari serangan jantung membuatnya terlambat untuk didioagnosis dan ditangani, sehingga risiko kematian semakin tinggi. Tidak sedikit pula yang merasa ragu untuk segera ke dokter ketika merasakan sakit atau sesak di dada karena hanya mengira sebagai gejala masuk angin biasa.

Dalam dunia medis sebenarnya tidak dikenal istilah masuk angin. Yang ada yaitu keluhan asam lambung yang tinggi dan pengosongan lambung yang terhambat sehingga menimbulkan gejala seperti perut kembung, mual, pusing, sendawa, dan buang angin.

Menurut seorang dokter jantung Rs Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, dr. Siska Suridanda Danny, Sp.JP,FIHA, menyebutkan bahwa sepintas gejala masuk angin memang muirip dengan gejala serangan jantung karena diantarkan oleh saraf yang sama yaitu saraf nervus vagus.

Kemudian rangsangan tersebut diterima oleh otak sehingga menimbulkan rasa nyeri. Namun, gejala serangan jantung lebih spesifik, seperti rasa nyeri yang luar biasa di dada. Seolah-olah ada beban berat diletakkan di atas dada dan jantung berdebar-debar. Namun, rasa nyeridi dada ini tidak bisa dilokalisasi.

Penderita tidak bisa memastikan bagian dada sebelah mana yang merasakan nyeri hebat tersebut. Gejala serangan jantung tersebut sering disertai dengan rasa mual, kembung, nyeri di ulu hati, keringat dingin, sendawa, pusing dan bahkan pingsan. Nah, banyak yang beranggapan bahwa ini merupakan gejala masuk angin.

Memang tidak mudah untuk membedakan masuk angin dan serangan jantung, kecuali dengan pemeriksaan medis. Namun, jika Anda mengalami gejala yang sering disebut gejala masuk angin tersebut segeralah periksakan diri ke dokter untuk memastikannya.

Ketika terjadi serangan jantung, penanganan pertama yang dilakukan yaitu dengan pemberian obat jantung golongan asam asetilsalisilat atau obat yang bisa menghambat pembekuan darah (antikoagulan).

Serangan jantung terjadi karena penyumbatan pembuluh darah koroner yang memberi makan otot-otot jantung. Ketika pembuluh darah koroner tersumbat, maka jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup dan otot-otot jantung tidak mendapatkan makanan, sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat di dada.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan obat, maka segeralah bawa penderita ke rumah sakit. Penanganan serangan jantung tidak boleh lebih dari 12 jam setelah terjadi. Ini disebut sebagai golden period. Jika lebih dari itu, kerusakan pada otot-otot jantung tidak bisa diperbaiki kembali. Semakin cepat ditangani, maka kemungkinan pulih juga akan semakin besar.

Untuk menghindari penyakit mematikan ini, sebaiknya lakukan pengontrolan terhadap 5 faktor risiko penyebab penyakit jantung, yaitu hipertensi, diabetes mellitus, ketidakseimbangan kolesterol, merokok, dan obesitas.

Lakukan cek kesehatan minimal setahun sekali, baik itu pengecekan hipertensi, kolesterol, atau gula darah. Jalani pola hidup yang sehat dengan mengonsumsi makanan sehat seperti makanan yang kaya akan kandungan serat.

Selain itu, sebaiknya Anda juga menghindari makanan yang banyak mengandung yodium dan sodium. Yang terakhir dan tidak kalah pentingnya, yaitu olahragalah secara teratur. Semoga bermanfaat.