Hubungan Antara Polusi Udara dan Penyakit Jantung,- Telah diketahui bahwa polusi udara dapat memicu dampak negatif bagi kesehatan. Selain berpengaruh pada sistem pernafasan, polusi udara juga memiliki hubungan dengan penyakit jantung. Walaupun begitu, belum ada penelitian yang bisa menjelaskan mengenai mekanismenya.

Untuk memastikannya, tim peneliti dari University of Edinburgh dan sejumlah kampus di Belanda melakukan percobaan dengan menggunakan partikel dari emas yang ukurannya sama dengan partikel dalam asap pembuangan mesin diesel. Kemudian mereka meminta 14 partisipan sehat untuk menghirup partikel-partikel tersebut sambil olahraga selama 2 jam.

Pada keesokan harinya, para peneliti menemukan bahwa partikel emas itu bisa masuk ke dalam pembuluh darah mayoritas partisipan. Bahkan bagi sebagian partisipan, partikel ini tetap bisa ditemuakn hingga berbulan-bulan, karena dapat terdeteksi dalam urine mereka setelah 3 bulan.

Dari percobaan lainnya yangmelibatkan 3 pasien yang telah mengalami penyumbatan pembuluh darah juga ditemukan fakta serupa. Masing-masing dari mereka diminta untuk menghirup partikel yang sama. Pada hari berikutnya, ketika pembuluh darah pasien telah mengalami kerusakan tersebut diangkat dan peneliti menemukan bukti adanya penumpukan partikel emas di sana. Penelitipun menduga mekanisme ini sama dengan ketika partikel polusi udara masuk ke dalam tubuh.

Menurut peneliti, sebenarnya paru-paru manusia memiliki sistem filter atau penyaring benda asing yang luar biasa sehingga tubuh terlindungi dari berbagai penyakit. Namun, partikel-partikel polusi udara yang sangat kecil masih bisa masuk dan menghindari sistem penyaringan ini.

Baca Juga :

Pengobatan Tumor Jantung Anak dan Dewasa
Pengobatan Penyakit Jantung Ibu Hamil
Obat Jantung Bocor Anak

Masalahnya, jika sudah menumpul dalam tubuh, termasuk di pembuluh darah, maka ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung atau memperburuk kondisi yang sudah ada.

Risiko penyakit jantung dapat menghantui mereka yang umumnya tinggal di dekat jalan besar karena paparan polusi yang diterimanya, baik itu polusi udara ataupun polusi suara.

Sejumlah studi menyepakati, semakin dekat rumah seseorang dengan jalanan, makan semakin tinggi pula tekanan darahnya, yang kemudian ikut meningkatkan risiko hipertensi.

Peneliti lain menyebutkan bahwa paparan suara bising dari kendaraan bermotor membuat tubuh terus berada dalam kondisi tertekan. Ketika terpapar, tubuh mengaktifkan sistem saraf simpatetik yang membuatnya terjaga secara terus-menerus, yang jika dipaksakan dari waktu ke waktu akan merusak sistem kardiovaskular.

Tidak hanya itu, studi lain pun mengungkap tinggal di pinggir jalan raya dapat mendorong anak menjadi hiperaktif dan cenderung mengalami gangguan emosional. Pada wanita, stres akibat tinggi dilingkungan yang sering terpapar polusi udara juga dapat meningkatakn peluang kemandulan hingga beberapa persen.