obatjantungbocoranak.com,- Jantung meripakan organ pertama yang terbetuk ketika jabang bayi memulai proses penciptaan atas seizin Tuhan. dan jantung jugalah yang menandai akhir hidup seseorang. Sama halnya dengan organ tubuh lain, jantung juga bisa mengalami beberapa gangguan, bahkan bisa berakibat fatal jika ters dibiarkan tanpa penanganan yang tepat.


Pada hari Selasa (17/12/2016), pemeran Princess Leila di film Star Wars, Carrie Fisher dinyatakan meninggal dunia. Disebutkan ia mengalami serangan jantung dalam penerbangan dari London ke Los Angeles, pada Jumat (23/12/2016).

Namun, seperti dilaporkan TMZ, Fisher meninggal dunia karena jantung berhenti berdetak atau caidiac arrest. Jantung berhenti bisa terjadi setelah serangan jantung atau selama pemulihan serangan jantung. Penyakit jantung yang dialami Fisher itu terjadi sekitar 15 menit sebelum pesawat mendarat.

Fisher pun langsung diberikan CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau RJP (reusitasi jantung paru) di dalam pesawat. CPR merupakan teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan untuk seseorang yang detak jantung atau pernapasannya berhenti. Walaupun sempat bertahan beberapa hari, namun nyawa Fisher tidak tertolong.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh seseorang ketika jantung berhenti berdetak ?

Jacob Scheinerman, seorang ahli bedah jantung dari Lenox Hill Hospital di New York City, mengungkapkan saat jantung berhenti berdetak, darah tidak mengalir ke seluruh organ tubuh, termasuk jantung dan otak. Jantung berhenti berdetak disebabkan oleh terganggunya sistem listrik jantung.

Ketika seseorang tidak mendapatkan aliran darah yang cukup diotaknya, maka ia bisa kehilangan kesadaran. Setelah kehilangan kesadaran, orang tersebut kemungkinan juga akan mengalami henti napas.

CPR harus dilakukan sebagai pertolongan pertama untuk mendapatkan kembali aliran darah ke jantung dan otak. Jika dalam waktu 5-10 menit detak jantung berhenti tanpa CPR, maka dalam hitungan menit kerusakan otak sudah bisa terjadi.

Namun, menurut dokter Scheinerman, walaupun jantung kembali berdetak, kurangnya aliran darah tetap bisa menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ vital, seperti otak dan ginjal.