Kebaikan Puasa Bagi Kesehatan Jantung,- Memang sudah tidak dipungkiri bahwa  puasa merupakan hal yang sangat bermanfaat dan dapat memberikan kebaikan bagi tubuh, termasuk bagi kesehatan jantung.

Dampak Puasa Bagi Kesehatan JantungJantung adalah salah satu organ yang penting dalam tubuh manusia yang terletak di dalam rongga dada dan di balik tulang dada/sternum. Jantung manusia berukurang kurang lebih sebesar kepalan tangan yang hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma.

Berbagai penyakit yang terjadi pada jantung dan pembuluh darah telah menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Beberapa penyakit jantung tersebut diantaranya adalah penyakit jantung korober, penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi), hipertensi jantung, stroke, dan masih banyak lagi.

Umumnya penyakit-penyakit tersebut dipicu karena hiperlipidemia (kelebihan lemak darah), hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol darah) yang bersifat kronis, serta lama kelamaan akan membentuk deposit did alam dinding pembuluh darah yang akhirnya dapat menyebabkan kekakuan pembuluh darah tersebut. Bahkan dapat juga terjadi penyumbatan pembuluh darah, sehingga mengakibatkan tekanan pada pembuluh darah meninggi atau yang disebut dengan hipertensi.

Mengetahui Kebaikan Puasa Bagi Kesehatan Jantung

Di bulan Ramadhan semua umat islam di seluruh dunia serentak menjalankan ibadah puasa. Dengan berpuasa dapat melatih seseorang untuk hidup teratur serta mencegah berlebihan dalam mengonsumsi makanan. Menurut penelitian, puasa dapat menyehatkan tubuh, karena makanan berkaitan erat dengan proses metabolisme tubuh. Puasa sangat baik dalam memelihara kondisi kesehatan organ-organ tubuh, terutama kondisi kesehatan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Kebaikan puasa bagi kesehatan jantung bisa didapatkan karena saat berpuasa terjadi peningkatan High Density Lipoprotein (HDL-Kolesterol baik) dan apoprotein alfa 1, serta penurunan Low Density Lipoprotein (LDL-Kolesterol jahat) yang ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kebaikan Puasa Bagi Kesehatan Jantung

Banyak riset yang menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan pengaruh positif bagi kesehatan jantung. Salah satunya pada sebuah studi yang dimuat dlam American Journal of Applied Science. 2004 yang melakukan penelitian terhadap 70 mahasiswa muslim yang menjalani puasa di bulan Ramadhan. Penelitian tersebut mengevaluasi kadar LDL, HDL, trigliserida dan kadar gula darah. Para subkel penelitian menjalani 4kali penilaian, yaitu 1 hari sebelum Ramadhan, minggu 1, 2, dan 4 Ramadhan hingga 1 bulan setelah Ramadhan.

Hasil dari penelitian tersebut menujukkan bahwa terjadi peningkatan HDL dan penurunan LDL serta kadar gula darah secara signifikan, dan secara positif menjaga kesehatan arteri koroneria. Temuan ini cukup penting, karena menegaskan hasul studi selanjutnya yang lebih besar dan diterbitkan pada tahun 2008 dalam The American Journal of Cardiology, yang menemukan hubungan yang sama antara puasa dan penyakit jantung diantara 448 pasien.

Baca Juga : Pengobatan Jantung Bocor Anak

Bulan Ramadhan sendiri dapat memberikan kebaikan puasa bagi kesehatan jantung yang lebih maksimal. Kondisi psikologis yang tenang, teduh, dan tidak dipenuhi rasa amarah saat berpuasa ternyata dapat menurunkan adrenalin (hormon pemicu kerja jantung). Saat marah, jumlah adrenali meningkat sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arteri, dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Tidak hanya itu, adrenalin juga dapat menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan risiko pembuluh darah, jantung, dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Pada tahun 2030, WHO memperkirakan akan terjadi 23.6 juta kematian karena penyakit jantung dan pembuluh darah. Asia Tenggara juga diprediksi merupakan daerah yang mengalami peningkatan tajam pada angka kematian akibat penyakit jantung. Jika tradisi religius Ramadhan ini bisa tetap dipertahankan dan dilanjutkan secara kontinyu setelah Ramadhan, maka dapat meningkatkan kesehatan jantung dan pada gilirannya dapat menekan angka kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan pembuluh darah.