Kenapa Jantung Bisa Berdenyut Tepat Waktu? Ini Rahasianya,- Melansir dari Wikipedia, jantung adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah dan kontraksi berirama yang berulang. Darah menyuplai oksigen dan nutrisi pada tubuh, juga membantu menghilangkan sisa-sisa metabolisme.

Pada manusia, jantung dibagi menjadi 4 ruas, yaitu atrium atas kanan dan kiri, dan ventrikel bawah kanan dan kiri. Pada umumnya, atrium dan ventrikel kanan disebut jantung kanan, dan sisanya disebut jantung kiri.

Jantung manusia, berdenyut sebanyak 35 juta kali dalam setahun atau rata-rata 2,5 miliar kali seumur hidup. Ketika beristirahat, jantung berdetak kurang lebih 72 kali per menit. Biasanya latihan fisik akan meningkatkan jumlahnya, namun jumlah melambat selama beberapa waktu, yang baik untuk jantung. Ketukan jantung harus dikalibrasi dengan tepat karena perbedaan kecil dari ritme metronomik bisa mengakibatkan kematian mendadak.

Lalu, mengapa jantung bisa berdetak tepat waktu sesuai dengan ritmenya ?

Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah bertanya-tanya bagaimana jantung bisa berdetak begitu tepat pada ritmenya meskipun mengandung begitu banyak bagian yang bergerak. Para peneliti di University of Maryland School of Medicine telah mengidentifikasi bagaimana protein tertentu memainkan peran sentral dalam konsistensi tersebut. Penemuan tersebut dinilai bisa membantu para ilmuwan mengobati masalah jantung yang membunuh jutaan orang setiap tahunnya.

Seorang profesor fisiologi di University of Maryland School of Medicine yang juga Direktur Center for Biomedical Engineering and Technology, W. Jonathan Lederer, dan profesor fisiologi molekuler dan biofisika di University of Vermont dan Cardiovascular Research Institute of Vermont, David Warshaw, menjelaskan bagaimana protein C yang mengikat myosin memungkinkan serat otot jantung bekerja selaras dengan sempurna.

Penemuan tersebut muncul dalam jurnal Science Advancee. Lederer menyebutkan bahwa protein ini ternyata benar-benar penting untuk proses tersebut. Diketahui protein C ada di semua sel otot jantung. Dengan menggunakan model binatang, para peneliti mempelajari fisiologi sarkomer dan mengukur pembebasan kalsium serta reaksi mekanik serat otot.

Baca juga : Mewaspadai Penyakit Jantung Terendam Air Efusi Perikardium

Michael J. Previs, asisten profesor di Departemen Fisiologi Molekuler dan Biofisika di University of Vermont, menuturkan jika ternyata protein C memungkinkan sarkomer berkontraksi secara serempak. Kalsium bertindak seperti busi di mesin mobil, sedangkan protein C bertindak seperti cincin yang meningkatkan efisiensi gerakan piston.

Protein C memainkan peran besar dalam berbagai bentuk penyakit jantung. Dalam kasus yang paling parah, kecacatan dalam protein C menyebabkan aritmia yang sangat serius, yang menyebabkan kematian mendadak ketika jantung kehilangan kemampuan untuk memompa darah. Di Amerika Serikat, aritmia berkontribusi terhadap sekitar 300 ribu kematian pertahun.

Lederer dan rekan-rekannya berpikir bahwa mempengaruhi aritmia dimungkingkan dengan memodifikasi aktivitas protein C melalui obat-obatan. “Saya pikir ini bisa menjadi sangat besar,” kata Lederer. “Protein ini jelas target obat.”