Konsumsi Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Gagal Jantung,- Garam merupakan bumbu perasa yang paling banyak disukai. Maka tak heran hampir setiap masakan selalu diberi tambahan garam. Meskipun garam penting bagi tubuh, namun bukan berarti kita harus mengonsumsinya secara berlebihan. Menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO sendiri, jumlah asupan garam maksimal setiap harinya adalah 5 gram per hari atau lebih baik 2 atau 3 gram per hari.

Seperti yang telah diketahui, mengonsumsi garam secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi. Namun, selain itu, konsumsi garam berlebih juga dapat menimbulkan dampak lain, seperti memicu risiko gagal jantung.

Temuan ini diungkapkan oleh studi terbaru yang dilakukan tim peneliti Finlandia yang melibatkan lebih dari 4.000 orang dewasa dengan membandingkan kebiasaan makan mereka dengan masalah jantung. Mereka menemukan bahwa orang-orang mengonsumsi garam hingga 110% berpotensi mengalami gagal jantung.

Sebelumnya penelitian banyak mengungkap adanya risiko konsumsi garam berlebih terhadap tekanan darah tinggi. Namun, kini studi tersebut juga menemukan adanya efek buruk terhadap jantung. Penelitian ini melibatkan 4.630 orang dewasa sehat yang berusia antara 25 dan 64 tahun untuk jangka waktu rata-rata 12 tahun.

Peneliti utama, Profesor Pekka Jousilahti, dari National Institute for Health and Welfare di Helsinki menyebutkan bahwa oragan tubuh seperti jantung tidak menyukai garam. Asupan garam yang tinggi secara nyata dapat meningkatkan risiko gagal jantung.

Sementara itu, diketahui lebih dari setengah juta orang di Inggris menderita penyakit tersebut. Sekitar separuh dari angka itu meninggal dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis. Hasil dari temuan akan efek garam terhadap gagal jantung tersebut telag dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress di Barcelona.

Penelitian akan garam dan dampaknya terhadap jantung di aggas setelah produsen makanan ditetapkan sebagai target untuk mengurangi kandungan garam dalam makanan umum yang mereka produksi.

Professor Sir Niles Samani, Direktur Medis di British Heart Foundation, menyebutkan bahwa setiap orang perlu mengonsumsi garam dalam makanan, namun kebanyakanan makanan yang ada saat ini memiliki asupan garam jauh lebih besar daripada jumlah yang diperlukan untuk menjadi lebih sehat.

Temuan ini menemukan relasi bahwa konsumsi garam berlebih tidak hanya berisiko pada tekanan darah, tetapi juga pada jantung.

Beberapa jenis makanan yang mengandung garam tinggi, diantaranya adalah sereal instan, minuman kemasan rasa buah, sayuran atau buah kalengan, bumbu masak instan, produk susu, makanan laut, dan mi instan.

Mengetahui hal tersebut, kini disarankan untuk mengurangi asupa garam dalam makanan yang kita konsumsi untuk mencegah risiko gagal jantung serta berbagai penyakit lainnya.

Artikel terkait : Penyakit Gagal Jantung pada Anak