Telur memiliki kandungan protein yang penting bagi kesehatan. Namun, kandungan kolesterol yang cukup tinggi juga membaut para ahli merekomendasikan untuk membatasi konsumsi telur. Maksimal asupan kolesterol yang disarankan adalah 300 mg perhari.

Namun, ternyata hal tersebut adalah anggapan yang keliru, karena menurut penelitia terbaru, telur justru bisa saja dijadikan makanan konsumsi harian. Setidaknya orang-orang dapat mengonsumsi 1 telur setiap harinya. Bahkan mereka dapat bebas mengonsumsi telur dengan takaran trsebut tanpa harus khawatir akan risiko kardiovaskular, penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah.

Konsumsi Telur Tidak Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Pada tahun 2000, American Heart Association merevisi rekomenasi ini. Assosiasi para ahli antung dari Amerika Serikat itu mengatakan aman untuk mengonsumsi satu telur sehari. Studi baru pun menambah bobot terhadap rekomendasi tersebut.

Ilmuan menemukan asupan tinggi kolesterol dari telur tidak berdampak pada kesehatan jantung. Menurut mereka, mengonsumsi setara dengan satu butir telur setiap hari tidak meningkatkan risiko serangan jantung. Maka dari itu, makanan tinggi kolesterol seharusnya tidak dihubung-hubungkan dengan penyakit jantung dan pembluh darah.

Penemuan ini bahkan juga berlaku bagi mereka yang secara genetika lebih mudah terkena penyakit jantung akibat kolesterol dari  makanan yang memenuhi metabolisme mereka.

Bagi sebagian besar orang, kolerterol dari makanan hanya berdampak kecil pada seum kolesteril, zat yang disebuat kolesterol di dalam pembuluh darah. Tambahan lagi, hanya sedikit studi yang membuktikan asupan kolesterol dari makanan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Itulah sebabnya banyak ahli gizi diseluruh dunia tidak lagi membatasi asupan jumlah kolesterol makanan.

Namun, ada manusia tertentu pembawa apolipoprotein E-type3 allele-APOE4 yang memengaruhi metabolisme protein. Bagi pembawa APOE4,koleterol dari makanan berdampak besar terhadap serum kolesterol dalam darah. Demikian penuturan dari peneliti dari University of Eastern Finland.

Fenotip APOE4 terdapat di Finlandia dan dimiliki oleh orang-orang keturunan Finlandia. Hampir sepertiga daripopulasi Finlandia membawa fenotip tersebut.

Sampai saat ini data kaitan antara diet tinggi kolesterol dan risiko penyakit jantung pad apembawa fenotip itu masih belum ada. Para ilmuwan mulai mencari dampak koleterol dari makanan terhadap pembawa APOE4. Mereka meneliti kebiasaan makan dari 1.032 pria yang berusia 42 hingga 60 tahun.

Tidak ada seorang pria dalam studi tersebut yang memiliki diagnosis kardiovaskular yang terjadi pada penelitian yang berlangsung 1984-1989. Namun, 21 tahun kemudian ditemukan 230 pria mengalami serangan jantung dan 3505% dari peserta studi tersebut adalah pembawa APOE4.

Dalam kelompok kontrol penelitian tersebut, peserta rata-rata mengasup 520 mg kolesterol setiap hari. Mereka juga mengonsumsim rata-rata 1 butir telur sehari. Maka dari itu, studi menemukan diet tinggi kolesterol tidak ada hubungannya dengan risiko kejadian penyakit jantung koroner. Penemuan ini diaplikasikan untuk seluruh populasi, termasuk pembawa APOE4.

Konsumsu telur, makanna kaya kaan kolesterol jugatidak ada hubungannya dengan penyakit jantung. Studi menemukan juga telur tidka menebalkan dinding arteri pembuluh darah.

Para peneliti menegaskan karena studi difokuskan pada mereka yang mengonsumsi telur, bukan makanan kaya kolesterol lainnya, penemuan ini tidak dapat digeneralisasikan dengan makanan lain.