Lakukan Hal Berikut Agar Penyakit Jantung Semakin Menjauh,- Mengingat fungsi dan peranannya yang sangat penting bagi hidup manusia, maka kita perlu menjaga kesehatan jantung. Walaupun tingkat kedasaran terhadap penyakit jantung semakin meningkat, namun kita masih dikejutkan dengan kenyataan bahwa faktanya penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko penyakit jantung. Salah satu hal yang utama adalah dengan menerapkan pola atau gaya hidup sehat. Selain itu, Anda juga harus menghindari beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penyakit jantung.

Dilansir dari lama Times of India, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan agar penyakit jantung semakin menjauh, diantaranya adalah :

Jangan malas berolahraga

Untuk menghindarkan diri dari penyakit jantung, kita perlu aktiv bergerak dan berolahraga. Anda bisa memilih yoga, menari, berenang, jalan cepat, dan bersepeda. Lakukanlah kegiatan tersebut secara rutin 30 menit 5 kali dalam seminggu.

Jika menikmati latihan dengan intensitas tinggi, maka Anda bisa mengurangi durasi olahraga menjadi setengahnya, yaitu menjadi 75 menit seminggu, atau 15 menit selama 5 hari dalam seminggu. Hal tersebut tidak hanya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya CVD tetapi juga banyak penyakit lain seperti depresi, diabetes, sindrom metabolik, fraktur vertebrata dan kanker payudara.

Jangan duduk terlalu lama

Baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama sangat tidak baik untuk kesehatan jantung. Data dari penelitain menunjukkan bahwa seseorang yang terlalu lama duduk akan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 147%.

Jangan tidur kurang dari 7 jam

Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang tidak kurang dari 6 jam dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dua kali lipat, termasuk serangan jantung dan stroke. Hal ini karena kurang tidur akan mengganggu proses biologis dan dapat memengaruhi tekanan darah dan kondisi jantung yang mendasarinya.

Hindari penggunaan gadget diatas pukul 8 malam

Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget memiliki efek negatif terhadap kesehatan. Maka dari itu, buat aturan untuk menghindari penggunaan gadget diatas pukul 8 malam. Pasalnya, cahaya biru yang dipancarkan dari layar gadget secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker, diabates dan masalah jantung. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengganggu pola tidur.

Perokok pasif rentan terkan penyakit jantung

Meskipun Anda bukan termasuk perokok aktif, namun Anda tetap memiliki risiko untuk mengalami penyakit jantung, terlebih lagi jika sering berada di lingkungan yang sama dengan perokok. Risiko penyakit jantung pada perokok pasif akan naik 30% jika terpapar asap rokok. Risiko ini akan bertambah parah jika Anda memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Hindari mendengarkan suara keras terutama melalui earphone

Sebuah studi menunjukkan bahwa suara keras seperti musik yang terlalu keras dapat meningkatkan detak jantung sehingga memengaruhi tekanan darah. Sebaliknya, tempo dan suara yang lamban bisa memberi dampak menenangakn pada pikiran dan kesehatan.

Jaga kebersihan gigi

Banyak yang tidak mengetahui tentang hubungan antara kesehatan gigi dan penyakit jantung. Jika kesehatan gigi terjaga, maka kesehatan jantung juga akan terjaga dengan baik. Hal ini disebabkan karena faktor risiko penyakit periodontal dan penyakit jantung adalah sama.

Bakter yang menyebabkan penyakit di gusi akan masuk ke aliran darah. Hal ini akan menyebabkan peningkatan kadar protein C-reaktif , yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

Artikel terkait : Penyakit Gigi Bisa Menyerang Kesehatan Jantung

Mengenal jenis-jenis lemak

Sebagian besar dari masyarakat belum mengetahui mengenai jenis-jenis lemak yang terkandung dalam makanan. Ada salah satu kandungan lemak yang tidak baik untuk kesehatan jantung. Salah satunya yaitu lemak trans. Sebab, lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan mengurangi kolesterol baik. Lemak trans ini biasanya terkandung dalam makanan cepat saji, makanan kemasan dan olahan, serta roti.