Menangkal Penyakit Jantung dengan Beras Merah dan Hitam,- Beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, beberapa jenis beras juga dikonsumsi dengan tujuan utama bagi kesehatan, seperti beras merah dan beras hitam.

Baik beras merah ataupun hitam merupakan karbohidrat kompleks. Kulit ari dari beras merah dan hitam mengandung gen yang memproduksi antosianin-pigmen pemberi warna merah atau ungu yang juga berperan sebagai antioksidan. Beras merah dan hitam memiliki indeks glikemik (kemampuan suatu makanna untuk menaikkan kadar gula darah) yang rendah, sehingga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat penyebab penyakit jantung.

Serat pada beras hitam juga diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan beras merah, karena belum mengalami proses pengelupasan kulit. Kandungan kalium dan magnesiumnya juga lebih besar daripada beras merah. Dua zat ini berfungsi untuk mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko terserang penyakit jantung, serta meningkatkan ketahanan tubuh.

Beras hitam

Disebut beras hitam karena beras ini belum mengalami proses penggilingan aatu pengelupasan kulit sepenuhnya. Lapisan kulit yang masih menutupi bulir beras mengandung serat adn nutrisi yang penting bagi tubuh. Beras hitam banyak tersedia di Indonesia dengan penyebutan yang berbeda-beda. Di Solo, beras ini disebut dengan beras wulung, di Sleman terkenal dengan nama cempo ireng atau beras jlitheng, sedangkan di Bantul disebut beras melik. Di daerah Cibeusi, Subang, dikenal dengan nama beas gadog.

Di masyarakat Jawa, beras hitam memiliki pamor tersendiri. Konon, hanya kaum bangsawan yang boleh menikmatinya. Di Cina disebut dengan forbiden rice, karena pada masa kekaisaran Tiongkok, hanya kaisar yang boleh mengonsumsinya.

Rupa dari beras ini mirip dengan ketan hitam, namun tidak selengket ketan. Kandungan seratnya 100 kali lipat dari beras putih. Dalam 100 gram beras hitam terkandung 20,1 gram serat, sedangkan dalam 100 gram beras putih hanya terkandung 0.2 gram serat.

Tingkat indeks glikemik beras hitam rendah. Ini berarti beras hitam dapat menjaga kadar gula darah dan produksi insulin, sehingga sangat dianjurkan bagi penderita diabetes. Karbohidrat kompleks beras hitam membuat perut merasa kenyang lebih lama. Dalam Journal of Nutrition tahun 2008, penelitian menunjukkan bahwa ekstrak beras hitam dapat membantu mencegah aterosklirosis atau penyumbatan pembuluh darah penyebab serangan jantung.

Beras merah

Beras merah mengandung vitamin B kompleks. Beras merah berasal dari beras tumbuk, yang kulit arinya tak banyak hilang. Kulit ari beras merah mengandung zat-zat gizi yang penting bagi tubuh. Kulit ari tersebut kaya akan serat dan minyak alami. Serat sangat penting untuk proses pengolahan energi dan pencernaan. Satu mangkuk beras merah mengandung sekitar 3,5 gram serat, sedangkan dalam beras putih hanya terkandung kurang dari 1 gram. Kandungan vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras putih.

Lemak yang terkandung dalam kulit ari beras merah kebanyakan merupakan lemak esensial, yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak anak. Sedangkan senyawa-senyawa dalam lemak kulit ari juga dapat menurunkan kolesterol darah yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.