mengenal penyakit kardiomiopati pada anak

Penyakit kardiomiopati merupakan kelainan progresif yang menyebabkan terjadinya perubahans truktur atau terganggunya fungsi dinding otot pada bilik jantung sebelah bawah (ventrikel).

Terdapat 3 jenis kardiomiopati, diantaranya yaitu kardiomiopati kongestif yang berdilatasi, kardiomiopati hipertrofik, dan kardiomiopati restriktif.

  • Karniomiopati Kongestif

Penyakit ini ditandai dnegan kardiomegali yang masihakibat dilatasi vertikel yang luas, terutama ventrikel kiri dan jarang mengenai ventrikel kanan. Penyebabnya tidak diketahui dan kemungkinan multifaktor.

Gejala klinis mulanya tidak jelas dan tiba-tiba didapati gejala gagal jantung kongestif. Awalnya ditandai dengan gangguan batuk karena kongesti paru, dispnea pada kerja ringan, iritability dan anoreksia. Jika kondisi semakin berat, maka kulit akan menjadi dingin dan pucat, volume arteri dan tekanan nadi berkurang, takikardia, tekanan vena jugularis meningkat, hepatomegali dan edema kaki bisa didapati.

Pengobatannya sama seperti pada gagal jantung. Kombinasi digitalis, duretik dan vasodilator dapat diberikan dan memberikan remisi yang temporer dan sering relaps. Digitalis terutama diberikan jika gagal jantung disertai dengan fibrilasi atrium. Jika aritmia menetap (terutama aritmia ventrikel) digunakan amiodarone. Adakalanya pasien cenderung mengalami resisten terhadap pengobatan, sehingga memerlukan transplantasi jantung. penderita dengan fungsi miokard yang kurang baik perlu diberi antikoagulan seperti warfarin untuk mencegah emboli pulmonal atau sistemik akibat trombus intrakardiak.

  • Kardiomiopati Hipertrofik

Kondisi ini dikenal juga sebagai idopathic hypertrophic subaortic stenosis, atau asymmetric septal hypertrophy. Penyakit ini sering didapati pada dewasa muda, namun bisa juga didapati pada anak dan kadang-kadnag pada bayi. Pada beberapa penderita, penyakit ini diturunkan secara autosomal dominan dan sebagaian lagi secara heterogen.

Pada beberapa anak gejalanya asimtomatik dan pertama kali dievaluasi karena adanya bising jantung. gambaran klinis yang didapati berupa lemak, mudah capek, dispnea waktu bekerja, papitasi, angina pectoris, pusing, dan sinkop. Risiko mati mendadak sering didapati pada anak yang asimtomatik.

Pengobatan standar tidak ada. Olahraga kompetitif dan aktivitas fisik yang  berat mesti dikurangi. Digitalis merupakan kontra indikasi pada sebagia nbesar penderita. Diuresis yang agresigf dan infus isoproterenol atau obat inotropik lainnya mesti dihindarkan. Propanolol dan verapamil telahd igunakan dan bermanfaat untuk menurunkan onstruksi outflow tract. Pacu jantung telah digunakan untuk pasien yang lebih tua dan verapamil mesti dihindarkan semasa kehamilan. Reseksi outflow tract ventrikel kiri atau miotomi septum ventrikel telah berhasil untuk menghilang angina pectoris atau sinkop dan obstruksi yang berat (perbedaan tekanan melebihi 70 mmHg). Penggantian katup mitral ini dibutuhkan jika obstruksi tidak dapat dikurangi.

  • Kardiomiopati Konstriktif

Pengisian vertikel yang tidak sempurna merupakan kelainan utama sehingga mengganggu pengisian ventrikel pada saat diastole. Gambaran klinis yang didapati menyerupai perikarditis konstriktiva dengan gejala berupa dispnea, edema, esites, hepatomegali, tekanan venan yang meninggi dan kongesti paru. Terdapat pembesaran jantung yang ringan ataupun moderat dan bising jantung non spesifik.

Pengobatan ditujukan untuk menghilangkan edema dengan pemberian diuretik. Obat-obatan calcium channel blocking agent dapat digunakan untuk meningkatkan dastolic compliance. Managemen terakhir berupa transplantasi jantung.

Pencegahan

Dalam kebanyakankasus, kardiomiopati tidak dapat dicegah. Beritahu dokter jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut. Jika kardiomiopati didiagnosis dini, pengobatan dapat mencegah penyakit memburuk.

Anda dapat membantu mengurangi kemungkinan untuk gagal jantung dengan menghindari beberapa kondisi yang dapat berkontribusi pada jantung yang lemak, teramsuk penyalahgunaan alkohol atau kokain, atau tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral. Mengendalikan tekanan darah tinggi dengan diet dan olahraga juga dapat mencegah gagak jantung di kemudian hari.