Mengetahui Penyebab Pasien Meninggal Usai Operasi Jantung,- Menjaga kesehatan jantung memang sangat penting. Namun, sama halnya dengan organ tubuh lainnya, jantung juga bisa mengalami beberapa gangguan. Bahkan, penyakit jantung termasuk salah satu penyakit berbahaya yang cukup ditakuti dan termasuk salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.

Perubahan pola hidup, seperti mengatur pola makan, rutin olahraga, minum obat penyakit jantung secara teratur dan sesuai petunjut dokter, serta berhenti merokok sangat dianjurkan bagi penderita penyakit jantung. Jika diperlukan, dokter akan menganjurkan langkah operasi utnuk mengatasi penyakit.

Operasi jantung termasuk operasi besar. Setelah melakukan oprasi pada organ vital ini, pasien akan menerima beberapa catatan penting dari dokter yang harus Anda lakukan di rumah untuk mengatasi efek pasca operasi serta membantu mempercepat penyembuhan.

Namun, baru-baru ini tersebar kabar meninggalnya Bondan Winarno, yang terkenal dengan slogan “Maknyus” setelah menjalani operasi jantung. Lalu, apa yang menjadi penyebab pasien meninggal usai operasi jantung ?

Setiap operasi jantung terbuka (secara konvensional) menimbulkan risiko komplikasi. Risiko ini terkait dengan prosedur yang dilakukan dan risiko yang terkait dengan anestesi. Pasien dapat mengalami risiko yang bervariasi, seperti penempatan alat pacu jantung, cangkok bypass arteri koroner, perbaikan cacat bawaan, perbaikan katup dan lainnya.

Penyebab kemungkinan yang lebih tinggi jika jantung berhenti. Adanya komplikasi bisa terjadi tergantung pada ausia dan jenis kelamin. Komplikasi pasien yang emlakukan operasi jantung rentan dialami oleh pasien yang lebih tua, yaitu diatas usia 60 tahun. Bahkan, risiko akan semakin meningkat pada pasien yang berusia 70 tahun dan pasien yang sebelumnya pernah menjalani operasi jantung. Pasien yang memiliki kondisi kronis, seperti diabetes, penyakit arteri koroner, dan tekanan darah tinggi juga berisiko terkena komplikasi setelah menjalani operasi jantung.

Komplikasi akibat operasi jantung akan diselesaikan selama pasien menjalami perawatan di rumah sakit. Komplikasi ini bisa terjadi selama atau usai operasi jantung dilakukan. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul diantaranya seperti pendarahan yang terjadi di tempat sayatan atau dari area jantung yang dioperasi. Irama jantung yang tidak normal juga bisa terjadi. Untuk memperbaiki masalah ini, terkadang diperlukan alata pau jantung eksternal sementara atau permanen.

Komplikasi lainnya, pasien mengalami kerusakan jantung iskemik berupa kerusakan jaringan jantung, yang disebabkan karena kurangnya aliran darah ke jantung. Darah yang membeku juga bisa terbentuk di dalam dan sekitar jantung. Jika terjadi komplikasi, maka pasien bisa mengalami kematian. Risiko kematian pada pasien juga bisa meningkat selama operasi saat jantung dihentikan.