Mengetahui Penyebab serta Gejala Gangguan Henti Jantung ,- obatjantungbocoranak.com – Pada laga pertandingan babak perempat final Piasa FA yang mempertemukan Tottenham Hotspur dan Bolton pada tahun 2012 lalu harus dihentikan karena Fabrice Muamba mendadak tumbang di lapangan. Diketahui jantung Fabrice berhenti berdetak selama 78 menit.

Mati jantung mendadak atau Sudden cardiac death merupakan akibat dari sudden cardiac arrest, atau yang lebih dikenal dengan henti jantung mendadak. Apa itu henti jantung mendadak? Untuk mengetahui informasi lengkapnya, simak uraian di bawah ini!

henti jantung

Mengetauhi Gangguan Henti Jantung serta Penyebab dan Gejalanya

Henti jantung atau cardiac arrest merupakan kondisi dimana detak jantung berhenti secara tiba-tiba yang bisa mengakibatkan penderitanya tidak bisa bernapas dan kehilangan kesadaran. Ini merupakan masalah kesehatan yang serius, dan dikenal juga dengan nama sudden cardiac.

Jantung memiliki sistem elektrik internal yang mengendalikan ritme detak jantung. Beberapa masalah dapat menyebabkan ritme jantung yang abnormal, atau disebut juga dengan aritmia. Selama aritmia, jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau berhenti berdetak.

Sudden cardiac arrest timbul saat jantung mengalami aritmia yang menyebabkan berhentinya jantung. Kondisi jantung yang serius ini disebabkan oleh penyumbatan yang menghentikan aliran darah ke jantung. Pada cardiac arrest, kematian terjadi jika jantung berhenti bekerja secara tiba-tiba. Namun, serangan jantung terkadang bisa memicu gangguan elektrik yang menyebabkan cardiac arrest tiba-tiba.

Kondisi ini bisa menyebabkan kematian atau disabilitas. Ketika jantung berhenti, kurangnya darah dan oksigen bisa menyebabkan kerusakan otak hanya dalam beberapa menit. Kematian atau kerusakan otak permanen bisa terjadi dalam 4-6 menit.

Mengetahui Penyebab dan Faktor Risiko Henti Jantung

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya henti jantung. Namun, fibrilasi ventrikel dan atrium merupakan faktor yang paling umum terjadi.

Sebagian besar kasus henti jantung disebabkan oleh aritmia yang berasal dari bilik jantung (fibrilasi ventrikel) akibat gangguan kelistrikan otot jantung sehingga aliran darah ke seluruh tubuh dan jantung dapat terhenti.

Namun, gangguan aritmia juga bisa berasal dari serambi kanan jantung (fibrilasi atrial) yang menyebabkan gangguan sinyal untuk memompa darah pada otot bilik jantung dan berakibat terjadinya henti jantung.

Henti jantung lebih mungkin dialami oleh mereka yang memiliki jantung tidak sempurna akibat kelainan bawaan atau yang telah mengalami kerusakan serius, seperti pada penderita penyakit jantung koroner. Beberapa kejadian trauma juga bisa menyebabkan henti jantung secara mendadak, seperti saat tersetrum, overdosis obat, aktivitas fisik terlalu berat, kehilangan banyak darah, penyumbatan saluran pernapasan, mengalami kecelakaan, tenggelam, dan hipotermia.

Gejala Henti Jantung yang Perlu Diwaspadai

Dari segi terjadinya, henti jantung terjadi sangat cepat dan bisa menimbulkan beberapa gejala, seperti diantaranya :

  • Lemas secara tiba-tiba
  • Napas terputus atau tidak bernapas sama sekali
  • Warna kulit menjadi pucat kebiruan
  • Pupil mata masuk ke dalam tengkorak kepala
  • Denyut nadi atau detak jantung tidak bisa ditemukan
  • Tidak sadarkan diri

Henti jantung merupakan kasus gawat darurat. Pertolongan pertama harus dilakukan secepatnya, dengan melakukan resusitasi jantung paru. Resusitasi jantung paru itu sendiri dilakukan dengan menekan dada pasien secara ritmik sebagai usaha memompa jantung agar darah tetap mengalir ke seluruh organ di dalam tubuh. Tindakan ini tidak harus dilakukan oleh dokter, karena bisa dilakukan oleh siapa saja yang sudah terlatih.

Untuk mencegah terjadinya henti jantung, bagi Anda yang memiliki riwayat henti jantung disarankan untuk memasang implantable cardioverter defibrillator (ICD). Alat ini diletakkan di bawah kulit di dada dan berfungsi untuk mendeteksi ataupun melakukan defibrilasi secara otomatis ketika henti jantung terjadi. Semoga bermanfaat.