Obat Pereda Nyeri Tingkatkan Risiko Serangan Jantung,- Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal : Cardiovascular Pharmacotherapy, memperingatkan siapapun yang sering mengonsumsi obat antiinflamasi non steroid, sepertii buprofen. Hal ini disebabkan karena penelitian menemukan bahwa ternyata obat ini bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung hingga 30%.

Obat pereda nyeri tersebut dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dengan beberapa cara, diantaranya yaitu menyebabkan pembekuan darah, menyebabkan arteri mengkarut, meningkatkan retensi cairan, serta meningkatkan tekanan darah.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Karena obat ini tidak akan memicu serangan jantung secara langsung membuat Anda langsung meninggal. Hal tersebut disebabkan karena obat ini cenderung akan memperburuk gejala pasien dengan penyakit jantung.

Selama dalam pengawasan dokter dan dengan dosis yang tepat, obat pereda nyeri boleh saja dikonsumsi. Namun, obat pereda nyeri bisa menjadi berbahaya jika dikonsumsi secara rutin tanpa adanya evaluasi. Akan tetapi, sebaiknya obat pereda nyeri memang tidak diberikan kepada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular atau berisiko tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.

Peneliti menyarankan adanya regulasi yang baik bagi peredaran obat pereda nyeri. Obat tersebut sebaiknya hanya dijual dengan resep dokter dan tidak dijual secara bebas, dijual secara terbatas, serta dikonsumsi dalam dosis yang rendah. Jika rasa nyeri yang dialami tejadi secara berulang, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter dan menghentikan konsumsi obat pereda nyeri tersebut.

Sebenarnya, semua jenis obat bisa menimbulkan dampak negatif jika dikonsumsi secara bebas tanpa resep dokter dan tidak terkontrol. Maka dari itu, sebaiknya Anda lebih cerdas ketika mengonsumsi obat-obatan tertentu. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Jika sakit tidak kunjung sembuh setelah minum obat yang telah diresepkan, maka sebaiknya kembali mengunjungi dokter untuk evaluasi dan mendapatkan obat yang lebih tepat.

Baca Juga :

Obat Gangguan Irama Jantung Tidak Beraturan
Cara Mengobati Penyakit Jantung
Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung