penyakit gagal jantung pada anak

Penyakit jantung tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja. Tetapi anak-anak, bahkan bayi sekalipun bisa mengalaminya. Salah satu penyakit jantung yang juga bisa dialami oleh anak dan bayi adalah penyakit gagal jantung.

Penyakit gagal jantung pada anak merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai oleh ketidakmampuan kiokardiummemompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, termasuk kebutuhan untuk pertumbuhan.

Untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, jantung yang bertindak sebagai pompa sentral akan memompa darah untuk menghantarkan bahan-bahan metabolisme yang dibutuhkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari tubuh.

Pada stadium awal gagal jantung, berbagai mekanisme kompensatoir dibangkitkan untuk mempertahankan fungsi metabolik normal. Ketika mekanisme ini menjadi tiadk aktif, akibatnya manifestasi klinisnya semakin bertambah berat.

Baca Juga : Obat Penyakit Jantung Akibat Infeksi Virus pada Anak

Gagal jantung dapat diakibatkan oleh penyakit jantung bawaan ataupun didapat yang menimbulkan beban volume (preload) atau beban tekanan (afterload) yang berlebihan atau insufisiensi miokard. Penyebab lainnya adalah takikardi supraventrikular, blok jantung komplit, anemia berat, dan korpulmonale akut.

Pada anak, tanda-tanda dan gejala-gejala gagal jantung kongestif sama dengan tanda dan gejala gagal jantung pada orang dewasa. Tanda-tanda tersebut meliputi kelelahan, tidak tahan kerja fisik, anoreksia, nyeri abdomen, dan batuk.

Anak-anak dengan gagal jantung sering disertai dengan gangguan pertumbuhan dan tidak ada kenaikan berat badan. Hal ini dapat disebabkan antara lain :

  • Pemasukan energi yang buruk karena dispne atau keletihan
  • Penyerapan terganggu karena perfusi usus yang tidak adekuat
  • Peningkatan kebutuhan kalori bila dispne atau menderita karena infeksi konkomitan.

Diagnosis penyakit Gagal Jantung pada Anak

Dalam menegakkan diagnosis, diperoleh dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis dapat ditanyakan mengenai adanya ssak napas, kesulitan minum atau makan, bengkak pada kelopak mata atau tungkai, gangguan pertumbuhan dan perkembangan (pada kasus kronis), penurunan toleransi latihan, ataupun keringat berlebih di malam hari.

Dari pemeriksaan fisik, akibat respons kompensasi karena fungsi jantung yang menurun maka akan tampak takikardia, irama galop, peningkatan rangsangan simpatis, keringat dan kulit dingin/lembab, kardiomegali, serta gagal tumbuh. Akibat kandungan pada vena pulmonalis akan tampak takipnea, ortopnea, wheezing, dan ronsi pada auskultasi paru. Akibat bendungan vena jugularis, palpebra udem pada bayi, hepatomegali, udem tungkai pada anak.

Dari pemeriksaan penunjang, foto toraks menunjukkan adanya kardiomegali. Tapi, kardiomegali bukan selalu berarti adanya gagal jantung. Elektrokardiografi dapat membantu menentukan tipe defek, tidak untuk menentukan apakan terjadi gagal jantung atau tidak. Ekokardiografi untuk mengetahui pembesaran ruang jantung dari etiologi.

Penatalaksaan Penyakit Gagal Jantung Pada Anak

Tujuan dari terapi penderita gagal jantung adalah untuk menghilangkan gejala kongesti pada paru ataupun sistemik, memperbaiki penampilan miokard, menghilangkan faktor pencetus, dan yang paling ideal adalah memperbaiki kelainan anatomi jantung.