Selain akibat gaya hidup, perubahan musim juga bisa mempengaruhi kesehatan kita, termasuk salah satunya adalah kesehatan jantung. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Mayo Clinic terkait hal ini yaitu melihat adanya peningkatan kasus penyakit jantung ketika musim dingin datang.

dr Abhishek Deshmukh yang terlibat dalam penelitian mengatakan jika timnya melihat data rumah sakit terkait serangan jantung 12 juta orang Amerika Serikat dalam rentang 10 tahun (2002-2012). Dilihat dari rata-rata frekuensi kejadian, paling banyak kasus muncul pad abulan-bulan yang suhunya rendah dan memuncak pada bulan Februari.

Penyakit Jantung Juga Bisa Di Picu Oleh Cuaca Dingin

Studi ini telah dipublikasikan dalam pertemuan ke 37 Heart Rhythm Society, tapi peneliti belum bisa memastikan apa penyebabnya. Dugaan sementara adalah kemungkinan penyakit jantung akibat cuaca dingin itu disebabakn karena meningkatnya risiko infeksi akibat perubahan daya tahan tubuh, perbedaan keseimbangan cairan tubuh, dan perubahan pada faktor lingkungan  polusi udara yang terjadi pada musim dingin.

Apa yang dilakukan oleh dr Deshmukh bukan yang pertama melihat dampak dari cuaca dingin terhadap kesehatan ini. Pada tahun 2013 lalu, studi yang dilakukan oleh peneliti Belgia juga menemukan dampak cuaca dingin yang berujung pada lebih banyak kasus serangan jantung. Tidak hanya itu, studi pada tahun 2015 yang dilakukan di 13 negara juga memperkirakan bahwa musim dingin membunuh orang 20 kali lipat lebih banyak dari musim panas.

Seadngkan berdasarkan penelitian Fakultas Epidemiologi dan Keseahtan Penduduk, London School of Hygiene & Tropical Medicine, ketiak suhu turun 1 derajat celcius dalma sehari, maka hal tersebut dapat menaikkan 2% peningkatan penyakit jantung di pekan pekan berikutnya.

Baca Juga : Obat Jantung Bocor

Menurut penulis studi Krishnan Bhaskaran, dengankenaikan dua% ini risiko penderita penyakit jantung akan naik. “Karena semua orang menghadapi perubahan cuaca,” kata dia. “Orang tua dan mereka yang jantungnya bermasalah sangat rentan terhadap efek penurunan suhu,” tambahnya.

Berdasarkan anailisa atas catatan 84.000 pasien rumah sakit untuk serangan jantung yang berlangsung selama 3 tahun antara 2003 – 2006 menunjukkan bahwa ketika suhu turun, maka tekanan darah akan naik dan membuat darah lebih tebal dan jantung bekerja lebih keras. Bhaskaran menekankan hubungan antara naiknya tingkat kematian dengan cuaca dingin merupakan sebuah fenomena global.

Dia menyarankan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan pembuluh darah itu. Yakni memakai pakaian hangat, menjaga rumah cukup panas dan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan di luar rumah, khususnya saat cuaca dingin.