Sebagian besar masyarakat mungkin telah mengetahui berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, seperti obesitas atau kegemukan, diabetes, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun, ternyata ada beberapa faktor yang terlihat sederhana tidak begitu diketahui oleh manyarakat namun memiliki bahaya yang sama, yaitu memicu risiko serangan jantung yang mematikan. Tanpa disadari kita justru sering melakukan beberapa perilaku yang dapat memicu terjadinya serangan jantung tersebut.

Perilaku sederhana apa saja yang dapat memicu serangan jantung ?

Perilaku Sederhana yang Dapat Memicu Serangan Jantung

Makan berlebih merupakan perilaku pertama yang dapat memicu serangan jantung. Hal tesebut dikemukakan oleh peneliti dari department of Veterans Affairs Amerika Serikat yang menemukan bahwa 2000 orang yang memiliki risiko serangan jantung sebelumnya atau memiliki kebiasaan buruk yang dapat memicu serangan jantung, maka memiliki 4 kali risiko terkena serangan jantung setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah yang besar.

Secara mengejutkan, makan berlebihan ternyata dapat memicu serangan jantung yang berbahaya. Karena secara sederhana, aktivitas makan saja sudah dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Teori lain mengatakan bahwa asam lemak yang terdapat pada makanan yang masuk ke dalam aliran darah dapat meningkatkan produksi insulin yang dapat menyempitkan pembuluh darah.

Dalam kasus lain, makan berlebih dapat dipicu oleh konsumsi alkohol. Dan belum tentu makanan yang masuk ke tubuh ini bersifat baik bagi kesehatan jantung. Sebaliknya, seseorang yang tidak mengontrol apa yang dikonsmumsinya ketika dalam pengaruh alkohol juga bisa menjadi salah satu faktor tidak langsung untuk risiko serangan jantung.

Baca Juga : Obat Jantung Bocor Anak

Tidak hanya itu, konsumsi alkohol juga merupakan pemicu serangan jantung. American Heart Association mengatakan bahwa kandungan alkohol dalam darah dapat meningkatkan trigliserida yang meruapkansalah satu bentuk kolesterol. Kolesterol sudah umum menjadi penyebab mengeraknya pembuluh darah. Selain itu, tekanan darha juga meningkat secara signifikan seketika setelah mengonsumsi alkohol.

Selanjutnya, marah yang secara tiba-tiba dan bersifat intens juga dapat menyebabkan timbulnya serangan jantung. Dalam sebuah studi yang dihelat oleh Sydney Nursing School, Australia menyatakan bahwa serangan jantung 8.5 kali lebih berisiko terjadi 2 jam setelah seseorang marah besar. Penelitian yang diketuai oleh De. Thomas Buckley dan Prof. Geoffrey Tofler dari University of Sydney tersebut menjelaskan bahwa marah yang dapat memicu serangan jantung adalah yang berapi-api, sangat marah, serta marah yang tidak terkontrol. Namun, untungnya, Dr. Buckley dan Prof. Tofler menyatakan bahwa serangan jantung yang dipicu oleh kemarahan ini cukup jarang terjadi.

 

Perilaku Sederhana yang Dapat Memicu Serangan Jantung

 

Dalam studi yang sama dengan yang dilakukan oleh Dr. Buckley dan Prof. Tofler, ditemukan bahwa salah satu permasalah mental, yaitu kecemasan akut juga merupakan salah satu pemicu serangan jantung.

Menurut Dr. Buckley, peningkatan risiko serangan jantung akibat kemarahan atau kecemasan berlebih diakibatkan oleh meningkatnya denyut jantung, tekanan darah, penyempitan pembuluh darah serta pembekuan darah di beberapa titik krusial. Tentu hal tersebut bisa memicu serangan jantung.

Para peneliti menyarankan bagi orang yang telah memiliki risiko serangan jantung sebelumnya harus menjauhakn diri dari kemarahans erta kecemasan berlebih. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari media pereduksi stress yang tepat untuk setiap individu.

Aktivitas fisik yang tidak biasa menjadi perilaku selanjutnya yang menjadi pemicu timbulnyas erangan jantung. Menurut Center for Injury Research adn Policy, terdapat 7% dari 11.500 kasus cedera ketika musim dingin yang berkaitan dengan serangan jantung. Bagi pemilik jantung yang sudah lemah, kombinasi perbedaan suhu yang mendadak dan aktivitas fisik merupkaah hal yang membahayakan. Hal ini juga berlaku bagi merka yang memiliki tekanan darah tinngi serta kolesterol, bahkan perokok dan pemilik kebiasaan duduk dalam waktu yang lama dan kurang gerak.

Yang terpenting adalah mengetahi sinyal-sinyal yang timbul di tubuh. Jika terdapat sesuatu yang tidak nyaman, sakit di dalam, atau sesuatu yang berbeda di dalam tubuh, segera periksakan ke dokter dan jangan membuatnya terlanjur dan fatal karena sudah menumpuk dalam tubuh.

Dan perilaku terakhir yang dapat memicu serangan jantung adalah hubungan seksual. Mungkin cukup mengejutkan, namun dari 4 penelitian yang telah dilakukan, kesemuanya menyetujui bahwa hubungan seks dapat memicu serangan jantung pada pria di usia senja.

Baca Juga : Perhatikan, Ini Dia Tanda Jantung Tidak Bekerja Normal

Dalam meta-analisis penelitian tersebut, pria yang berusia diatas 50 hingga 60 tahunan 2.7 kali lebih rentan terkena serangan jantung ketika bercinta daripada pria yang berusia lebih muda.

Bagian yang dapat memicu serangan jantung ketika seks adalah ketika orgasme, dimana tekanan darah dan denyut jantung naik secara signifikan. Hal ini cukup berbahay bagi mereka yang sebelumnya telah memiliki penyakit jantung.

Walaupun begitu, kurang dari 1% kasusu serangan jantung di sebabkan oleh hubungan seksual. Halini disebabkan karena hubungan seks tidak dilakukan dalam durasi yang lama. Orgasme hanya terjadi 10 hingga 15 detik tidak begitu berbahaya menjadi faktor serangan jantung.