Kurangnya melakukan olahraga, mengonsumsi fast food, kurang istirahat, dan tekanan stress merupakan hal-hal yang sering dialami oleh warga yang tinggal di kota besar. Menjalani pola hidup yang tidak sehat bisa berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya dapat mengakibatkan penyakit serangan jantung.

Serangan jantung menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di dunia. Serangan jantung merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan yang cepat dan temasuk salah satu kegawatdaruratan medis. Semakin cepat tindakan atau penanganan yang diberikan, maka akan semakin besar kemungkinan penderita bisa diselamatkan.

Tindakan Pertolongan Pertama Pada Serangan Jantung

Sebelum mengambil tindakan-tindakan pertolongan, yang paling penting yaitu terlebih dahulu kenali gejala dan pastikan apakah keluhan yang dialami merupakan gejala serangan jantung. Gejala serangan jantung bisa bermacam-macam, mulai dari yang paling ringan hingga berat. Secara umum gejala serangan jantung diantaranya adalah :

  • Denyut jantung menjadi tidak teratur
  • Timbul keringat dingin
  • Pusing atau kepala terasa ringan
  • Sulit bernapas atau napas menjadi pendek
  • Mual, lemah tiba-tiba
  • Nyeri dada yang bertahan selama beberap amenit (lebih dari 5 menit) yang hilang timbul, keluhan nyeri seperti ditekan atau diremas atau ditusuk. Lokasi nyeri biasanya di kiri atau tengah dada. Nyeri dada ini sifatnya spesifik, artinya nyeri dengan karakteristik ini hampir selalu timbul pada serangan jantung. Jika hanya ada satu gejala yang dapat ditemukan, pastikan keluhan nyeri dada tersebut.
  • Rasa nyeri dapat menjalar atau menjadi rasa tidak nyaman atau kesemuta di bahu, lengan atas, punggung, leher, atau bahkan rahang bawah.

Jika beberapa gejala tersebut ditemukan pada seseorang, maka segeralah lakukan tindakan pertolongan pertama pada serangan jantung berikut :

  • Dudukkan penderita atau letakkan di posisi yang nyaman bagi penderita. Pastikan penderita dapat bersandar, sehingga tidak perlu menyangga beban tubuhnya. Namun, jangan ambil posisi berbaring, karena jika penderita kehilangan kesadaran, jalan napasnya dapat terganggu.
    Pangil bantuan. Hubungi nomor telepon darurat, yaitu 118 atau 119 untuk respons cepat ambulans.
  • Tenangkan penderita, beri kata-kata menyejukkan sambil melonggarkan baju penderita sehingga dapat membantu dirinya bernapas lebih lega.
  • Tanyakan riwayat kesehatan penderita. Tanyakan juga adakah obat jantung yang diresepkan dokter dan biasanya ia konsumsi. Jika penderita membawa obatnya, bantulah ia untuk mengonsumsi obat tersebut. Pada umumnya obat yang diresepkan dapat pula berupa aspirin kunyah atau nitrogliserin di bawah lidah. Jangan sekali-kali memberikan obat pada penderita jantung tanpa mengetahui riwayat penyakitnya atau tanpa resep dokter, karena hal ini justru dapat memperburuk kondisi jantunya.
  • Selalu cek kesadaran penderita. Sambil menunggu bantuan datang, pastikan penderita masih dalam kondisi sadar dengan mengajaknya berbicara. Jika penderita jatuh tiba-tiba dalam kondisi tidak sadar, maka sebaiknya siap melakukan resusitasi jantung paru. Namun, sebelum melakukan resusitasi seharusnya Anda pernah mengikuti pelatihan pertolongan pertam apada keadaan darurat. Mengingat hal ini, Anda juga bisa menghubungi kemali nomor darurat untuk kemudian mendapat pengarahan mengenai langkah-langkah resusitasi yang bisa dilakukan.

Selain melakukan beberapa pertolongan pertama pada serangan jantung tersebut, Anda juga harus memperhatikan hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan ketikan memberi pertolongan pertama pada serangan jantung. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait :

Minuman Sehat untuk Mencegah Risiko Serangan Jantung
Hal Tak Terduga yang Bisa Memicu Serangan Jantung