Siapa yang menyangka, ukuran lengan ternyata bisa memprediksi masalah jantung. Hal tersebut didasarkan oleh sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Cardiology. Mereka yang ukuran lengannya lebih besar karena massa ototnya terjaga, mampu bertahan terhadap penyakit ajntung.

Dalam studi ini, ilmuwan melibatkan 600 orang dewasa yang rata-rata berusia 65 tahun dengan penyakit kardiovaskular. Peneliti kemudian mengukur lingkar lengan atas dan betis, karena daerah ini menentukan massa otot. Setelah satu setengah tahun kemudian, mereka menemukan terdapat 72 orang yang meninggal.

“Kami menemukan, mereka dengan lingkar lengan dan massa otot lebih besar memiliki hasil yang lebih baik dan sehat, tapi tidak berpengaruh terhadap pengukuran betis. Mungkin ini bisa menjadi indikator prognosis pasien,” tulis peneliti, seperti dilansir Daily Star, Sabtu (7/1/2017).

Ukuran lingkar lengan atas diketahui memberikan hasil yang lebih signifikan untuk memprediksi risiko bertahan atau tidaknya terhadap penyakit jantung. Pengukuran ini juga bisa menjadi alat sederhana untuk menentukan risiko pada orang yang berusia lanjut.

Orang lanjut usia yang memiliki lingkar lengan atas kecil bisa disebut juga dengan sarkopenia, yaitu suatu kondisi kehilanganmassa otot dan kekuatan. Sarkopenia bisa disebabkan karena sejumlah faktor, seperti perubahan hormon, kurangnya aktivitas fisik, penyakit kronik, penurunan fungsi saraf, dan nutrisi yang buruk. Sarkopenia adalah kondisi berbahaya karena memicu hilangnya fungsi tubuh, kelemahan, bahkan kecacatan.

The American Heart Association memberikan saran untuk mencegah risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Berolahraga secara teratur dan makan dengan porsi yang lebih kecil yang terdiri dari makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu Anda untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

Disisi lain, selalu waspadai tanda-tanda peringatan penyakit kardiovaskular. Karena kebanyakan orang hanya mengetahui jika penyakit jantung ditandai dengan nyeri dada dan sesak napas. Padahal, ada sesuatu lain yang sering dilewatkan seperti jadwal tidur yang berantakan dapat mempengaruhi risiko jantung yang serius pada pria, menurur sebuah studi baru-baru ini.

Penelitian ini melihatkebiasaan tidur dari 2.400 orang dan menemukan bahwa orang-orang dengan tekanan darah sangat tinggi cenderung tidur lebih awal daripada mereka yang sehat. Hipertensi merupakan suatu kondisi yang jarang menunjukkan gejala apapun, tapi jika tidak ditangani dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.